Menikah?…Pusing……….

Januari 23rd, 2009 by pelangi tanpa warna

Menikah? Siapa sih yang gak mau?

Dulu selama 3 tahun aku berhubungan dengan Mas-ku, selama hampir 2 tahun aku habiskan dengan membicarakan betapa aku ingin menikah. Dan jawabannya selalu ‘aku belum siap‘ . Read the rest of this entry »

Tua belum tentu dewasa

Nopember 24th, 2008 by pelangi tanpa warna

Aku membaca tulisan ini di blog seorang rekan kerja aku. Seorang yang pintar, lucu, walau kadang memang sangat menjengkelkan di saat tertentu. Pada tanggal 25 Desember nanti dia akan berulang tahun yang ke 28 tahun.

Aku sengaja menyalin kalimat yang di buatnya karena aku suka sekali dengan kalimat itu dan aku tidak ingin kehilangan kata2 itu siapa tahu aku kembali menjadi bodoh dan childish.

Tentang percakapannya dengan seorang teman pada jaman dahulu kala… (serasa sudah tua sekali ya)

Bahwa umur akan terus bertambah itu tidak dapat di cegah, tapi menjadi dewasa itu adalah pilihan

Tua itu masalah bertambahnya usia, itu gak ada yang bisa menghentikannya……

Tapi dewasa….. itu masalah bagaimana kita belajar dari apa yang kita alami di dalam hidup ini

Kalau kita tidak pernah belajar dari kesalahan kita, dan selalu merasa kita yang paling benar

maka kita hanya akan bertambah tua, tapi tidak bertambah dewasa

(hech61.wordpress)

aku perempuan

September 12th, 2008 by pelangi tanpa warna

Aku perempuan cerdas yang dapat mengambil keputusanku sendiri, yang dapat mengatakan tidak dan ya tanpa harus menunggu persetujuan dari orang lain, yang dapat berjalan sendirian dengan berani dan dengan kepala yang tegak dan mengatakan aku adalah perempuan.

 

Aku perempuan yang mandiri tapi aku tahu bahwa aku tidak bisa berjalan sendiri selamanya. Ada saat aku ingin menangis dan melepaskan semua kepenatanku di hadapan wajah seseorang yang datang padaku dengan tersenyum dan mengatakan hal-hal yang manis. Walaupun saat itu juga dia sedang merasakan kelelahan.

 

Aku juga seorang perempuan yang menginginkan seorang imam dalam hidupku, yang dapat menuntun jalanku ke surga, yang dengan ikhlas mengatakan ‘aku ingin berada disampingmu selamanya dalam suka dan duka’. Yang bisa memberikan aku rasa nyaman dari dunia yang keras di depanku. Yang saat aku sedih dapat memegang tanganku, dan dengan mantap mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

 

Aku perempuan yang ingin sekali selalu berada disamping orang yang aku cintai tanpa bermaksud untuk mengekangnya dari kebebasannya. Sebab aku adalah perempuan.Bagaimanapun kuat, tegar dan mandirinya aku, aku tetaplah perempuan yang menggunakan perasaan dalam setiap tindakanku, menggunakan air mata sebagai tameng dari rasa tidak terpuaskan.

 

Aku perempuan yang akan mengejar cintaku walaupun apa halangan yang ada di hadapanku. Aku akan berjuang keras demi cinta yang ada di tanganku, yang telah menawarkan padaku kebahagiaan walau aku tahu sedikit sekali kata itu akan diwujudkan dalam nyata.

 

Aku perempuan yang mungkin akan sangat menuntut ketika menyangkut dirimu. Aku perempuan yang akan sangat cemburu pada hal lain diluar kau dan aku. Tapi bukan aku ingin menguasaimu. Aku perempuan hanya minta dimengerti, dan aku akan berusaha mengerti dirimu.

 

Janganlah kau terlalu menuntut pada hakmu sebagai “khalik di dunia”. Aku tahu dan mengerti itu.
Tidakkah kau sadar bahwa bagaimanapun aku akan selalu menjadi pengekor dalam menjalani hidup bersamamu? Kalau kau dapat menunjukkan sekaligus menuntun aku, maka aku pun akan berjalan sesuai dengan arah yang kau inginkan?

 

Sebab sungguh aku perempuan yang merasa lebih nyaman berada di belakang atau disampingmu sebagai pendorong dan pendamping. Bukan di depan sebagai imam.

 

Mengertilah itu……………………lelakiku

forgiven NOT forgotten

September 9th, 2008 by pelangi tanpa warna

Mudah sekali sepertinya ketika aku mengatakan “aku memaafkanmu”. Tapi sungguh sangat sulit ketika aku harus mengatakan “aku sudah melupakannya”

 

Rasa sakit ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang aku sayangi ternyata mendustai aku. Dan rasa sakit itu belum hilang juga sampai sekarang.

 

Rasa sakit itu membuat rasa percaya-ku berkurang padanya, membuat pertengkaran yang seolah tiada habisnya. Sebab setiap saat seolah aku selalu diingatkan pada hal yang telah menghancurkan hati ini.

 

Ya ALLAH, aku sungguh ingin menghentikan semua ini. Sungguh melelahkan untuk mencintainya… tapi lebih melelahkan lagi jika aku harus membencinya……

 

Ya ALLAH-ku yang Maha Baik, berikanlah aku hati yang luas dan penuh ikhlas untuk dapat memaafkan dan melupakan semua hal yang sudah menyiksa jiwa ini. Aku hanya ingin bisa melupakan………hanya ingin bisa melupakan……

Prasangka……

Agustus 29th, 2008 by pelangi tanpa warna

 

Pagi ini matahari bersinar cerah, tapi angin yang berhembus terasa dingin.

Rasanya aneh sekali pagi ini. Dari tadi mendengarkan radio dari handpone, stasiun GEN Fm, entah kenapa lagu2 yang diputar sama Ade dan Kemal kali ini sebagian besar lagu patah hati…. Mulai dari ‘Kenangan Terindah’-nya SAMSON, ‘Bandung 19 Oktober’-nya SERIOUS, lagunya REIHANA (tau deh judulnya apa) , Yofie n Nuno, ‘Kesempatan Kedua’-nya TANGGA, truz ‘Bukan Permainan’-nya GITA GUTAWA, ‘Sadis’nya AFGAN……………dan sekarang lagi dengarin “Hitam’-nya ANDRA N THE BACKBONE ( sekarang jadi grup band fav aku).

Maafkan kata yang telah terucap

Akan ku hapus jika kumampu

Andai kudapat meyakinkanmu

Kuhapus hitamku

Andai kudapat memutar waktu

Semuanya takkan terjadi

Apa saat in ada begitu banyak orang mengalami patah hati? Atau memang kebetulan saja suasana hati aku saat ini sedang tidak baik? Dan sempat terpikir…jangan-jangan ini adalah sebuah pertanda. Pertanda pada sesuatu yang buruk yang akan terjadi???

Mungkin karena aku perempuan, segala sesuatu terasa dilebih-lebihkan (bagi para pria tentunya). Padahal semua yang aku duga sebuah pertanda itu mungkin baru beberapa kali menunjukkan kebenarannya…

Tapi apa karena aku seorang perempuan maka aku punya perasaan sentimental yang berlebihan seperti ini?

Ah……. Rasanya aku ingin sekali menghilangkan perasaan yang kadang-kadang justru menyiksa diri, karena perasaan curiga dan was-was itu benar-benar melelahkan…… Mas ???

memikirkan kematian

Agustus 20th, 2008 by pelangi tanpa warna

Elis terduduk di dalam kamar kostnya yang sempit. Tidak ada apa2 didalamnya. Hanya sebuah radio kecil yang menemani. Dia terdiam memikirkan tentang pertengkaran tadi siang dengan Arie, lelaki yang sangat di kasihinya. Tapi juga sangat di bencinya.

 

Setelah semua pertengkaran dan keinginan untuk saling menyalahkan, Elis merasa lelah sekali. Ingin sekali dia pergi dari tempat itu, dan lari ke jalan berharap pada kematian. Tapi lelaki-nya terlalu indah untuk di tinggalkannya.

 

Tapi adakah Arie mengerti perasaannya saat ini?

 

Keinginan untuk pergi dan meninggalkannya, sebesar keinginannya untuk tinggal dan memeluknya. Tinggal dalam pelukan hangatnya yang telah terlalu lama hilang.

 

Kenangan ketika masa indah itu pernah ada, sangat menyiksanya. Memandang pada kematian justru terasa lebih melegakan. Kadang terpikir oleh Elis, kenapa harus dia yang memikirkan kematian? Kenapa tidak Arie saja yang mati? Bukankah dia yang selalu menyiksanya dengan selalu tidak mengacuhkannya? (-entah bagaimana Arie justru berpikir Elis-lah yang telah tidak menghargai keberadaannya-).

 

Tapi ketika memikirkan tak akan lagi ada Arie dalam hidupnya, justru perasaan itu jauh lebih menyiksa. Memikirkan tidak akan lagi melihat wajahnya, senyumnya, …..gigi kelincinya…. Tidak dapat lagi memeluk tubuhnya, mencium bau tubuhnya. Benar2 jauh lebih menyiksa. Dan akhirnya Elis memutuskan untuk mengalah.

 

Memikirkan kematian pada akhirnya benar2 membuat rasa kematian itu sangat lezat, renyah, lebih berbumbu, dan indah. Elis tidak berhenti memikirkannya. Setiap malam memikirkan rasa kematian yang mana yang ingin dicoba-nya. Rasa yang lezat, dengan kematian tertabrak mobil……atau kematian yang renyah dengan menjatuhkan diri dari kereta yang berjalan cepat, ……atau kematian yang berbumbu, dengan memotong nadinya. ……Atau kematian yang indah, dengan terus memohon pada TUHAN agar memberinya penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

 

Satu hal yang pasti. Yang diinginkannya saat ini hanyalah ………….. MATI

 

Tapi keinginan untuk bersama dan terus menerus berkompromi kadang juga terasa sangat indah, membawanya kealam nirwana dunia.

 

Dan akhirnya sekali lagi Elis memutuskan untuk mencobanya lagi esok hari. Mencoba kompromi lagi dan lagi.

 

Di tutup matanya dengan keindahan rasa untuk mati. Entah kapan…… Tapi semua itu benar2 melelapkan tidurnya, untuk memberinya semangat lagi esok hari. Walau esok dia mungkin kembali akan memikirkan kematian itu.

comblang……combling

Agustus 19th, 2008 by pelangi tanpa warna

Aku sedang berusaha menjadi mak comblang….Sebelumnya sih sudah ada yang melarang dan bilang jangan sok-sok campurin urusan orang (-siapa lagi orangnya kalo bukan mas-ku :) -). Tapi aku termasuk orang yang nekat (-yah sekali lagi, tanya aja mas-ku :wink: -). Jadi aku nekat memperkenalkan seorang teman laki2 kepada seorang teman perempuan. Kedua-duanya adalah mantan teman kerja dari dua tempat yang berbeda.

 

Aku mulai membuat janji dengan teman perempuan hari minggu kemarin. Sebelumnya aku sudah menceritakan tentang teman laki2 itu kepada teman perempuan. Tidak ada yang dilebihkan juga tidak ada yang dikurangi. Aku usahakan sejujur mungkin. Aku menemani teman laki2 berangkat dan janjian ketemu dengan teman perempuan di DETOS jam 2 siang, sedangkan kami sudah sampai di situ sekitar jam setengah dua siang. Tapi teman perempuan SMS kalau sedang ada acara di rumahnya dan baru bisa keluar jam 4 sore

 

Yah, jadinya kami harus ngalor-ngidul dulu di daerah Depok untuk membunuh waktu.

 

Akhirnya teman perempuan datang kurang lebih jam 5 sore. Pas ketemu dia bilang cuma bisa sebentar, dan yang aku pikir sebentar itu adalah sekitar 1 jam atau 2 jam. Tapi ternyata sebentarnya dia itu cuma 10 menit. Bayangkan………….. 10 menit Kami yang sudah menunggu hampir 3 jam, harus menerima kalau dia hanya bisa menemani makan di AW (-SMP-Selesai Makan Pulang :shock: ), karena saudaranya menelepon saat dia akan ketemu kami, dan mereka janjian ketemu. Rasanya kesal sekali, karena kami yang sudah menunggu 3 jam itu seolah-olah tidak penting, di bandingkan saudaranya yang hanya minta ditemani ke toko buku. Kami loh yang membuat janji terlebih dahulu dan menunggu dia selama 3 jam. KAMI…………

 

BA………YANG………….KAN……………………………..

 

Aku merasa gondok sekali, terutama karena merasa tidak enak sama teman laki2. Teman perempuan itu benar2 tidak punya sopan santun sekali. Aku benar2 merasa bersalah kepada teman laki2. Dan aku gak nyangka kalau teman perempuan bisa bertindak tidak ber-adat seperti itu.

 

Maksudku, aku sudah menjelaskan kepada teman perempuan itu mengenai teman laki2 itu. Bahkan sampai fisiknya pun sudah aku jelaskan. Dan aku juga sudah mengadakan perjanjian, kalau tidak suka bisa diajak berteman bukan? Dan dia setuju tentang hal itu. Tapi sikapnya itu sudah benar2 mengecewakan sekali.

 

Disini saya ingin meminta maaf sekali kepada teman laki2. Saya benar2 tidak mengharapkan kejadian ini. Jadi sekali lagi maaf ya.

 

Dan buat mas-ku, sekali lagi maaf karena menjadi orang yang sok pintar dan sok tahu.

busway, freeway………..in what way?

Agustus 15th, 2008 by pelangi tanpa warna

Ini pagi yang cukup membete-kan buat aku.

 

Aku tinggal di daerah Kampung Rambutan, tapi kerja di daerah Mangga Dua. Rasanya dari ujung ke ujung. Tapi aku suka, karena gak bosan dengan lingkungan yang itu2 aja. Aku baru 3 minggu kerja di tempat ini, pas sekali di hari jumat ini. Ketempat kerja aku selalu naik busway, karena gak punya motor sendiri dan mas-ku gak bisa antar jemput aku, dan juga karena Halte Pademangan gak begitu jauh dari tempat kerja aku. Jadi yah lumayan irit deh.

 

Yang membuat aku bête adalah….. Sudah harus selalu berdiri dari Halte Jalan Merdeka sampai Halte Kampung Melayu, eeehhh……..dari Halte Kampung Melayu ke Ancol pun harus berdiri pula. Banyak penumpang yang naik dari Halte Kebon Pala atau Halte Jati Negara, jadi pas di Halte Kampung Melayu sudah tidak tersisa tempat duduk.

 

Jalan bus TransJakarta dari Halte Makro sampai Halte PGC bisa makan waktu sampai sejam, padahal hanya ada 2 halte yang dilewati. Sungggguuh ter..la…lu…. Kramat jati memang gak pernah mati….. macetnya. He…he… :) - . Semua jenis kendaraan bebas memakai jalur busway. Gak bisa disalahin juga karena memang sisa jalur untuk pemakai jalan lain itu terlalu sempit. Tapi kan benar2 gak menyenangkan kalau harus berdiri selama itu. Paling suka tuh, kalau kebetulan dapat tempat duduk, bisa tidur sampai puas… was…was…

 

Aku sudah coba untuk ikhlas menerima derita ini. Tapi pagi ini benar2 lebih mem-bete-kan lagi. Entah berapa lama sudah aku dan berpuluh2 orang menunggu di Halte Kampung Melayu, tapi bus TransJakarta gak juga ada yang datang. Mau tau yang lebih menyebalkan?…… 4 bus TransJakarta malah lewat begitu aja,(-bayangkan 4 bus :-? -), sepetinya seh tujuannya ke Halte PGC. Apa para petugas TransJakarta itu gak mikir ya kalau yang mau berangkat dari Kampung Melayu itu pasti bejibun, secara itu adalah halte transit gitcu loh. Dah gitu giliran ada satu bus yang akhirnya mampir di halte, eh…. malah pergi gitu aja gak ngangkut penumpang…….. Bete gak seeeh?

 

Aku punya saran nih buat petugas TransJakarta Busway, seharusnya bus TransJakarta yang tujuan Kampung melayu – Ancol di perbanyak, terutama di pagi hari. Jadi tidak ada penumpukan seperti tadi. Memang sih dengan adanya transit dari Halte PGC ke Halte Senen sudah mengurangi penumpukan penumpang di halte Kampung Melayu, tapi bukan berarti kalau jadi lebih memprioritaskan Halte PGC kan?

 

Mudah2an hari Senin esok akan jadi hari yang berbeda deh.

 

…………………………………………….

 

Aduh mas-ku, kapan kamu bisa antar jemput aku lagi ya?

suiit…suuit….cantik banget neng…..

Agustus 14th, 2008 by pelangi tanpa warna

 

Pernah gak liat cewek-cewek yang digodain sama cowok2 iseng di pinggir jalan?

 

Aku salah satu dari sekian banyak cewek yang sering digodain sama cowok2 gak jelas itu. Bukan kepedean, aku kecakepan atau apalah. Mulai dari preman pinggir jalan sampai om-om yang duduk di belakang setir. Aku pernah ngalamin banyak kejadian seperti itu.

 

Salah satunya……………..Aku habis pulang ngelamar kerja. Dengan baju kemeja lengan panjang, dan celana yang agak kebesaran (waktu itu…, kalau sekarang sih sudah kesempitan). Lagi jalan mau cari bus, tiba2 aja ada mobil berhenti di depan aku. Mang udah kepikiran kalau mobil itu pasti ‘mobil iseng’. Aku coba cuek.Dan benar aja, pas aku lewat disamping mobil itu, kaca mobil’y malah di buka.Aku sih tetap jalan, ‘n gak nengok sedikitpun. ‘N yah, gitu deh, mungkin akhirnya ngerti kalau aku bukan jablay, jadi dia pergi juga.

 

Satu lagi kejadian…………. Kebetulan kerjaan aku yang dulu pake seragam dan bawahannya rok sepan. Karena macet dan takut telat, aku naik ojek. Dasar memang, mobil sedan yang kebetulan juga kena macet pas disamping aku, buka kaca mobilnya.

 

“Naik sini aja neng, lebih nyaman. Gak panas.”

 

Seusaha mungkin aku diamin, dan nyuruh tukang ojek supaya cari jalan menyempil. Tapi memang lagi macet banget, bahkan motor pun gak bisa lewat. Dan karena mulut laki2 itu gak juga bisa diam, aku tendang aja pintu mobilnya dengan sekuat aku bisa. Gak mikir lagi deh kalau harus ganti rugi kalau sampai penyok.

 

Nah….apalagi kalau kita dilecehkan dilingkungan kita sendiri…………

 

“Aduh cantiknya. Mau gak jadi bini abang, neng?” atau

 

“Gila bener, mantap nih kalau dijadiin istri”

 

Bukankah itu sudah amat sangat menjijikkan. Apalagi kalau yang mengeluarkan kata2 itu adalah orang lingkungan kampung tempat kita tinggal yang jelas2 sudah mempunyai istri dan anak. Aku coba diamin aja, malah tetangga lain yang mengatakan aku sombong, sok kecakepan atau apalah.

 

Coba…… bagaimana aku seharusnya bertindak?

 

Apa mereka pikir perempuan merasa bangga karena digodain seperti itu? Gak tau yah kalau perempuan lain, tapi aku benci banget. Aku justru merasa mereka sedang melecehkan aku, dan menganggap aku sama halnya seperti perek-perek yang sering mangkal dijalanan atau di mal2, yang justru senang banget kalau digodain. “Ada pelanggan nih…” mungkin itu yg mereka pikir. Dan itu jelas sekali bukan aku.

 

Kalau sekedar merasa kagum, cukup didalam hati atau mengatakan pada teman2′y saat kita sudah jauh kan rasanya sudah cukup. Itu kalau memang dia merasa mempunyai ibu dan saudara perempuan. Pastinya gak mau donk adik atau kakak mereka di perlakukan seperti itu.

 

Gak bisa dipungkirin kalau perempuan memang paling mudah mendapatkan pekerjaan dari pada laki2. Bahkan mas-ku pun suka senewen kalau aku suruh cari kerjaan lain yang lebih bonafit atau lebih membuat kantong tebal dari pada kerjaannya sekarang. ” Emangnya perempuan, sedikit aja tampangnya lumayan, pasti gampang cari kerja.”

 

Dan aku cuma bisa senyum, karena memang aku selama ini boleh di bilang gampang cari kerja. Padahal aku sering banget pindah2 kerja kalau aku sudah merasa bosan. Tapi jelas bukan itu saja loh keunggulanku. Aku juga punya skill yang cukup lumayan.

 

………………………………………………………….

 

Itu sekedar kisah dan opini aku, juga perasaan aku yang selama ini merasa di lecehkan. Tapi bukan berarti aku anti cowok loh. Tanya aja sama mas-ku. :)