Pernah gak liat cewek-cewek yang digodain sama cowok2 iseng di pinggir jalan?
Aku salah satu dari sekian banyak cewek yang sering digodain sama cowok2 gak jelas itu. Bukan kepedean, aku kecakepan atau apalah. Mulai dari preman pinggir jalan sampai om-om yang duduk di belakang setir. Aku pernah ngalamin banyak kejadian seperti itu.
Salah satunya……………..Aku habis pulang ngelamar kerja. Dengan baju kemeja lengan panjang, dan celana yang agak kebesaran (waktu itu…, kalau sekarang sih sudah kesempitan). Lagi jalan mau cari bus, tiba2 aja ada mobil berhenti di depan aku. Mang udah kepikiran kalau mobil itu pasti ‘mobil iseng’. Aku coba cuek.Dan benar aja, pas aku lewat disamping mobil itu, kaca mobil’y malah di buka.Aku sih tetap jalan, ‘n gak nengok sedikitpun. ‘N yah, gitu deh, mungkin akhirnya ngerti kalau aku bukan jablay, jadi dia pergi juga.
Satu lagi kejadian…………. Kebetulan kerjaan aku yang dulu pake seragam dan bawahannya rok sepan. Karena macet dan takut telat, aku naik ojek. Dasar memang, mobil sedan yang kebetulan juga kena macet pas disamping aku, buka kaca mobilnya.
“Naik sini aja neng, lebih nyaman. Gak panas.”
Seusaha mungkin aku diamin, dan nyuruh tukang ojek supaya cari jalan menyempil. Tapi memang lagi macet banget, bahkan motor pun gak bisa lewat. Dan karena mulut laki2 itu gak juga bisa diam, aku tendang aja pintu mobilnya dengan sekuat aku bisa. Gak mikir lagi deh kalau harus ganti rugi kalau sampai penyok.
Nah….apalagi kalau kita dilecehkan dilingkungan kita sendiri…………
“Aduh cantiknya. Mau gak jadi bini abang, neng?” atau
“Gila bener, mantap nih kalau dijadiin istri”
Bukankah itu sudah amat sangat menjijikkan. Apalagi kalau yang mengeluarkan kata2 itu adalah orang lingkungan kampung tempat kita tinggal yang jelas2 sudah mempunyai istri dan anak. Aku coba diamin aja, malah tetangga lain yang mengatakan aku sombong, sok kecakepan atau apalah.
Coba…… bagaimana aku seharusnya bertindak?
Apa mereka pikir perempuan merasa bangga karena digodain seperti itu? Gak tau yah kalau perempuan lain, tapi aku benci banget. Aku justru merasa mereka sedang melecehkan aku, dan menganggap aku sama halnya seperti perek-perek yang sering mangkal dijalanan atau di mal2, yang justru senang banget kalau digodain. “Ada pelanggan nih…” mungkin itu yg mereka pikir. Dan itu jelas sekali bukan aku.
Kalau sekedar merasa kagum, cukup didalam hati atau mengatakan pada teman2′y saat kita sudah jauh kan rasanya sudah cukup. Itu kalau memang dia merasa mempunyai ibu dan saudara perempuan. Pastinya gak mau donk adik atau kakak mereka di perlakukan seperti itu.
Gak bisa dipungkirin kalau perempuan memang paling mudah mendapatkan pekerjaan dari pada laki2. Bahkan mas-ku pun suka senewen kalau aku suruh cari kerjaan lain yang lebih bonafit atau lebih membuat kantong tebal dari pada kerjaannya sekarang. ” Emangnya perempuan, sedikit aja tampangnya lumayan, pasti gampang cari kerja.”
Dan aku cuma bisa senyum, karena memang aku selama ini boleh di bilang gampang cari kerja. Padahal aku sering banget pindah2 kerja kalau aku sudah merasa bosan. Tapi jelas bukan itu saja loh keunggulanku. Aku juga punya skill yang cukup lumayan.
………………………………………………………….
Itu sekedar kisah dan opini aku, juga perasaan aku yang selama ini merasa di lecehkan. Tapi bukan berarti aku anti cowok loh. Tanya aja sama mas-ku.